APLIKASI METAFISIKA DALAM SOSIAL HUMANIORA

KAJIAN METAFISIKA : JIKA TIDAK MEMILIKI KECERDASAN ROHANI SEMUA ORANG BISA SAJA MENGALAMI PERISTIWA SEPERTI IRJEND FERDY SAMBO

Medan.aceh.indometro.net. Disela-sela kesibukannya Abanganda Dr Syarifuddin., SH.MH., (panggilan akrabnya Bang Ucok) sebagai Ketua Program Studi Ilmu Filsafat. Fakultas Agama Islam dan Humaniora (FAIH) UNPAB, Medan. Melalui Kajian (Konsentrasi) Metafisika dan Tasawuf menjelaskan kepada Wartawan Jum’at (9/9/2022), bahwa kecerdasan manusia itu sebaiknya tidak hanya sampai sebatas kecerdasan akal yang hanya bernuansakan fisikal saja. Namun sebaiknya kita memiliki juga kecerdasan rohani yang bernuansakan metafisikal. Karena kecerdasan metafisikal ini lah yang mampu mereduksi kecerdasan fisikal jika sewaktu-waktu kecerdasan fisikal ini mendapat ujian dalam permasalahan perjalanan hidupnya.

Prof. Dr. H. Saiyidi Syaikh Kadirun Yahya, M.Sc(Selanjutnya disebut Sayyidi Syaikh) dalam buku Kapita Selekta Metafisika Mengatakan bahwa dimensi yang lebih tinggi akan mengalahkan atau menguasai dimensi  yang lebih rendah. Hal ini dapat kita lihat kejadian yang sedang viral di media sosial, dimana orang-orang yang memiliki kecerdasan dan keintelektualan yang tinggi yang mampu memposisikan dirinya menjadi Jenderal yang memiliki jabatan strategis, namun karena kecerdasan metafisikalnya tak terlatih dengan baik atau bisa jadi tak pernah berlatih sama sekali, maka tak mampu membentengi kecerdas akalnya untuk menghadapi ujian permasalahan dalam kehidupanya.

Beberapa kecerdasan yang dimiliki manusia seperti kecerdasan : Naturalistik, Logika Matematis, Eksistensial, Interpersonal, Linguistik, Kinestetik-Jasmani, Intra Pribadi dan Kecerdasan Spasial, serta lain-lain seperti katanya kecerdasan spiritual, ini masih terpusat di otak dalam fungsi jiwa manusia saja. Kecerdasan ini berbeda dimensi dengan kecerdasan rohani manusia. Sayangnya banyak orang kurang memhami hal ini.

Bang Ucok sebagai Murid dari Sayyidi Syaikh, dalam hal ini menyampaikan bahwa :  Orang yang memiliki kecerdasan metafisikal juga memiliki kemampuan  yang beragam dan bertingkat.  Ada yang mampu menetralisir unsur-unsur metafisis menjadi tak berdaya untuk mempengaruhi jiwanya, namun ada juga yang sudah mampu mengaplikasikan ibadah sholat yang masih berupa gerakan dan bacaan fisikal menjadi ibadah yang terintegrasi dengan unsur yang berdimensi metafisis. Namun banyak juga yang memiliki unsur metafisis magic yang tak terkendali yang sumbernya bukan dari Alloh.

Sebagai yang dipercayakan mengelola Prodi Ilmu Filsafat Metafisika dan Tasawuf ,  Bang Ucok mengajak para mahasiswanya untuk melakukan penelitian agar mahasiswa mampu mendemonstrasikan beberapa turunan dari bidang Metafisika kedalam bagian bidang fisika hingga mampu menjawab dan menyelesaikan contoh-contoh kasus permasalahan hidup sehari-hari. Dan mahasiswa mampu mengaplikasikan beberapa materi kajian fiqih kedalam kajian yang terintegrasi dengan Dimensi Metafisika.

Banyak sekali orang yang kurang memperhatiakan bahwa Setan merupakan makhluk Metafisik. Setan tak bisa dianggap enteng,  tidak bisa dikalahkan dengan kemampuan upaya yang bersumber dari fisikal manusia saja. Setan hanya mau tunduk dan patuh alias dapat dikalahkan dengan ucapan seseorang yang mampu mengintegrasikan ayat-ayat atau doa-doa yang dibaca dengan Unsur Ketuhanan yang Hak.

Undang-undang nya harus seperti itu, makhluk Metafisik harus kita tundukkan dengan Unsur Metafisik yang ada dibagian rohani kita. Nah bagaimana menjadikan kita memiliki kemampuan tersebut, maka sebaiknya kita cerdaskan rohani kita. Mari sekolahkan rohani kita, cari orang yang mampu mengajarkan kecerdasan rohani. Jangan biarkan diri kita sekolah hanya sampai di tingkat mencerdaskan akal saja. Yang tidak mengetahui sama sekali tentang hari setelah jiwa dimatikan, sesuai  Surat al-Ankabut: 57

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, ṡumma ilainā turja’ụn

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

 

 

Didunia ini banyak sekali yang menawarkan kepada kita pembelajaran tentang rohani, namun yang terintegrasi dengan bidang akademis yang bernuansakan Metafisika Eksakta satu-satunya  di Indonesia bahkan di dunia baru ada di Universitas Pembangunan Panca Budi Medan yang berada dibawah Fakultas Agama Islam Dan Humaniora pada Program Studi Ilmu Filsafat konsentrasi Metafisika Dan Tasawuf. Oleh hal tersebut agar kasus seperti F.S tidak terjadi, selanjutnya Bang Ucok menghimbau  baik kepada pihak pemerintah maupun swasta yang berkepentingan untuk mendapatkan sumberdaya manusia yang berkemampuan memiliki kecerdasan rohani dapat bekerjasama dengan UNPAB.

Dunia pendidikan sebaiknya tidak berfokus hanya pada meningkatkan kecerdasan akal dari anak didiknya saja. Walaupun kita lihat keberhasilanya dalam menyiapkan sumber daya manusia sampai saat ini  tak dapat dipungkiri. Namun andaikata  kecerdasan masyarakat lebih di efektifkan lagi dengan kecerdasan rohani, tentu masa depan kehidupan bernegara masyarakatnya akan semakin baik dan benar. Sehingga Bangsa ini tidak akan ada negara lain yang mampu mengintervensi dengan muslihat tipu dayanya.

Diakhir perbincangannya Bang Ucok menghimbau dan mengajak kepada seluruh lapisan masyrakat agar mau meningkatkan kemampuan rohaninya untuk kuliah di Prodi Ilmu Filsafat metafisika dan Tasawuf Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Dimana Kampus yang dilengkapi dengan Laboratorium dan tempat Praktikum bagaimana teknik meningkatkan kemampuan rohani mahasiswanya untuk mencapai tingkat jiwa (nafs) yang muthma’innah dengan harapan sukses di dunia dan dan selamat di akhirat.Insha Alloh. (ms2)

Kasih Komentar Dong!!

%d blogger menyukai ini: