Isi Dialog Kebangsaan Acara PMII, Wakapolres Lhokseumawe Bahas Peran Pemuda Dalam Memelihara Paradigma Sehat

Lhokseumawe,  aceh.indometro.club –Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK diwakili Wakapolres, Kompol Dedy Darwinsyah, SE, MM mengisi acara Dialog Kebangsaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Lhokseumawe di Aula Setdako Lhokseumawe, Minggu (11/9/2022).

Dalam acara tersebut, pria nomor dua di jajaran Polres Lhokseumawe ini membahas tentang peran pemuda dalam memelihara paradigma sehat di tengah masyarakat pada era digitalisasi.

Menurut Kompol Dedy Darwinsyah, perkembangan zaman selalu berubah – ubah dengan tuntutan atau kendala, lingkungan berbeda, termasuk yang dipimpin masyarakat yang berbeda pula. Saat ini sudah memasuki era digitalisasi. Generasi milenial saat ini merupakan masyarakat yang menguasai digital, kritis serta dibarengi dengan peran media sosial (medsos) sangat kuat.

“Teknologi merupakan sarana kolaborasi yang efektif antar sesama manusia, kita harus menjadikan teknologi sebagai sarana meningkatkan efektivitas dalam pekerjaan. Seperti seorang polisi, dia harus memahami apa yang terjadi di masyarakat dengan teknologi agar pendekatan kepada masyarakat dapat lebih efektif serta efisien,” ujarnya.

Namun, perkembangan teknologi juga memiliki dampak negatif. Seperti mudahnya beredar informasi hoax atau kabar yang belum tentu kebenarannya serta tidak dapat dipertanggungjawabkan di media – media sosial. Untuk mengatasi hal tersebut, para generasi millenial harus dibekali dengan pemahaman atau ilmu literasi digital.

“Gerakan literasi digital dengan peneguhan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan penting disosialisasikan melalui semua jalur pendidikan formal, informal dan non formal. Sehingga, para generasi emas tahu ciri – ciri informasi mengandung hoax. Selain itu, akan membangun paradigma yang sehat di lingkungan masyarakat kita,” pungkas Kompol Dedy Darwinsyah.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolres juga mengharapkan kepada para pemuda PMII supaya lebih meningkatkan kepekaan diri yang dimulai dari lingkungan keluarga, tetangga sampai lingkungan yang lebih besar. Kemudian, tidak mudah terbujuk oleh iming-iming materi.

Kasih Komentar Dong!!

%d blogger menyukai ini: