Pj Walikota Disarankan Bangun Sinergisitas Dengan Berbagai Elemen Di Banda Aceh

Banda Aceh, aceh.indometro.club – Sejak dilantik 7 Juli 2022 lalu hingga beranjak memasuki pertengahan bulan ketiga memimpin Banda Aceh, Pj Walikota Bakri Siddiq terlihat masih linglung dan belum konsisten dalam membangun kota Banda Aceh. Ironisnya lagi, sosok Birokrat senior asal mendagri tersebut terlihat kurang memahami persoalan Banda Aceh secara baik dan masih terkesan meraba-raba.

Menurut pria yang akrab disapa Jhon itu, memimpin ibukota provinsi Aceh yang penuh dengan keberagaman itu bukanlah perkara mudah. Pj Walikota harus pandai membawa diri dan terus melakukan langkah-langkah bersinergi, karena membangun Banda Aceh tak cukup dengan jenjang akademik dan kemampuan pribadi.

“Seyogyanya Pj Walikota Bakri Siddiq sejak awal sudah melakukan langkah-langkah penguatan internal pemerintahannya bukan justru di bola-bola sekali ke kanan dua kali ke kiri oleh para pemain di birokrasi. Jika memang Pj Walikota memang belum tuntas memahami persoalan pemerintahan kota, maka alangkah eloknya minta masukan kepada para tokoh dan para senior, bukan malah terkesan menerawang,” ungkap Ketua FPMPA Muhammad Jasdi, Rabu 14 September 2022.

Pihaknya juga mengingatkan agar Bakri Siddiq tidak terlalu terobsesi dengan pencitraan yang relatif lebay, namun bagaimana menunjukkan kerja nyata dan tuntas sehingga dengan sendirinya citra yang positif itu akan terbangun di mata publik.

“Tentunya sebagai sosok yang ditunjuk Mendagri untuk memimpin Banda Aceh selama 1(satu) tahun sesuai SK yang telah ditetapkan, Pj Walikota Bakri Siddiq semestinya lebih fokus menuntaskan program-program RPJM hingga tahun 2022 dan juga program-program prioritas pemerintah pusat di Banda Aceh. Jadi, dengan waktu yang relatif singkat itu terlalu muluk-muluk rasanya jika mencoba mencanangkan sesuatu yang hanya sebatas obsesi tapi perlu waktu lama untuk terealisasi,” ujarnya.

Dia menilai, Pj Walikota semestinya lebih fokus mengerjakan program yang bermanfaat dalam jangka pendek dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Jangan berangan-angan terlalu tinggi dan terus terbuai bisikan maupun obsesi, nanti khawatirnya masa jabatan sebagai penjabat berakhir, namun tak ada hal nyata yang menyentuh rakyat yang mampu dilakukan,”katanya.

Menurutnya, jika Pj Walikota Bakri Siddiq terlalu lama melamun dan tidak mengambil langkah kongkret yang mampu dilakukan untuk jangka pendek sangat memungkinkan hasil evaluasi mendagri 3 bulan pertama akan mendapatkan peringatan. “Bahkan sah-sah saja jika Mendagri berdasarkan permintaan masyarakat dan hasil evaluasi malah mencopot yang bersangkutan sebelum SK nya berakhir selama satu tahun, ini tentu akan sangat disayangkan nantinya,”imbuhnya.

Dia kembali mendesak Pj Walikota Banda Aceh untuk fokus penguatan internal dan membangun sinergisitas demi menghasilkan solusi kongkret terhadap persoalan yang ada. “Kuatkan internal pemerintah, hindari pencitraan berlebihan lalu bangun sinergisitas agar dapat mewujudkan program jangka pendek yang bermanfaat kepada rakyat. Pj Walikota jangan terlalu sering mendengarkan hembusan angin segar hingga terpolarisasi dengan dinamika perpolitikan yang ada, lebih baik fokus tujukkan kerja nyata. Apalagi masyarakat Banda Aceh pada umumnya belum merasakan sentuhan langsung yang nyata dari penjabat walikota utusan mendagri tersebut,” tegasnya.

Selain itu, Pj Walikota juga harus menghindari masukan-masukan yang bersifat merusak silaturrahmi dan adu domba. “Jika memang semangat silaturrahmi yang ingin dikedepankan sebagai wujud Aceh Meutaloe wareh, gaseh meugaseh bila meubila, maka pihak-pihak yang memberi masukan yang berpotensi merusak silaturrahi dan adu domba harus dihindari. Biasanya pihak-pihak seperti itu hanya ingin mendapatkan posisi strategis dengan menyalahkan berbagai pihak lainnya, sehingga ujung-ujungnya malah bertentangan dengan semangat silaturrahmi yang selama ini selalu didengungkan Pj Walikota Bakri Siddiq,” tutupnya.

Kasih Komentar Dong!!

%d blogger menyukai ini: