Bupati Gayo Lues Tutup Pacuan Kuda Tradisional Gayo, Begini Katanya

Gayo Lues, aceh.indometro.club – Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru secara resmi menutup kegiatan perlombaan pacuan kuda tradisional gayo, Minggu (18/9/2022) di Tribun Stadion Pacuan Kuda Buntul Nege.
Dalam sambutannya, Amru menjelaskan perlombaan perlombaan pacuan kuda tahun 2022 ini adalah pacuan kita terakhirnya menjabat sebagai Bupati Gayo Lues, namun walaupun begitu ia juga berpesan agar event pacuan kuda tradisional gayo ini terus digelar pada setiap tahunnya.
Menurutnya, pacuan kuda tradisional gayo ini harus dikembangkan hingga ke pelosok desa dengan menghidupkan kembali kuda lokal yang menjadi icon pacuan kuda tradisional gayo.
“Kedepannya kita berhasil kuda lokal kembali menghiasi lapangan pacuan kuda tradisional gayo,” katanya.
Ditambahkannya, untuk para pemilik kuda yang belum mendapatkan Juara di Kabupaten Gayo Lues jangan berkecil hati sebab, masih ada event pacuan kuda lainnya di kabupaten serumpun akhir tahun nanti.
Sementara, Ketua Panitia Pacuan Kuda, Irsan firdaus menyampaikan, pacuan kuda yang diselenggarakan selama 6 hari sejak 12 September sampai dengan 18 September 2022 itu berjalan dengan lancar tanpa ada kendala ataupun.
Ia juga menyebutkan, akan berupa ditahun yang akan datang untuk meningkatkan segala kekurangan terkait pacuan kuda tradisional gayo.
“Kami akan berusaha untuk tahun yang akan datang memperbaiki segala kekurangan terkait pacuan kuda tradisional gayo,” sebutnya.
Sedangkan untuk pelaksanaan pacuan kuda tradisional gayo dengan melibatkan kuda lokal seperti beberapa tahun lalu, Irsan meminta kepada Bupati Gayo Lues untuk menertibkan regulasi melestarikan kuda lokal.
Kemudian untuk pacuan kuda tradisional gayo pada babak ini ada sebanyak 12 race terdiri 6 race kuda muda dan 6 race kuda tua. Sedangkan untuk Juara Umum pada pacuan kuda tradisional gayo tahun 2022 ini, kata Irsan tidak memakai Juara umum. Liputan: (Putera)

Kasih Komentar Dong!!

%d blogger menyukai ini: