Mahalli:Ketersediaan Resources dari Komponen Logistik Tidak Dapat Diakses

indometro.club, Batam-Ketersediaan resources dari komponen logistik tidak dapat diakses dengan mudah oleh calon pengguna. (jumlah truk, kapasitas ware house, jadwal kapal yang akanberangkat ke tujuan tertentu, dan lainnya.

 

Sistem pricing ditentukan melalui kontrak tertutup, belum ada sistem yang mampu menampilkan komparasi harga antar penyedia;Historical Performance/Quality dari   penyedia logistik tidak dapat diakses oleh calon customer berikutnya; Silo

 

 

Demikian antara lain terungkap pada  Sosialisasi dan Koordinasi National Logistic Ecosystem (NLE) yang digelar DPP Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) bekerjasama dengan instansi terkait di Batam, Rabu 21/9/2022.

 

Kegiatan serupa juga telah diadakan di sejumlah kota di tanah air memindaklanjuti Inpres No5/2020 tentang NLE.

 

Sekjen DPP Adeki, Khairul Mahalli seusai acara kepada media ini menjelaskan bahwa masing-masing entitas memiliki platform yang tidak saling tersambung (B2B). Contoh : Sudah ada platform e-trucking, e-warehousing, e￾shipping tapi belum ada kolaborasi antar platform.

 

Entitas logistik di sektor swasta menurut Mahalli telah mengembangkan platform masing masing tetapi belum ada super platform yang dapat mengkolaborasikan seluruh komponen platform logistik yang ada.

 

Karena itu diperlukan peran nyata pemerintah yang mampu menjadi enabler untuk segera mempertemukan segenap entitas logistik yang ada dalam bentuk wahana digital berupa trusted platform yang dikelola oleh pemerintah.

Not Digital At All

 

Tak hanya itu lanjutnya sebagian komponen logistik belum ada sistem dan masih manual. Contoh : Depo Kontainer, Pemanfaatan teknologi seperti RFID , QR Code , AI CCTV untuk mempercepat proses operasional dan pengawasan belum maksimal.

 

“Belum ada integrasi dengan rantai pasok global seperti supply chain berbasis Blockchain,” ujar Mahalli.(tiar)

 

 

Kasih Komentar Dong!!

%d blogger menyukai ini: