Wali Nanggroe Aceh Berkunjung ke Universitas Almuslim Bahas MoU Helsinky

Bireuen, Aceh,indometro.club,–Wali Nanggroe Aceh Paduka yang mulia Teungku Malik Mahmud Al-Haythar Selasa (16/11/2022) berkunjung ke Kampus Ampon Chiek Peusangan Universitas Almuslim Matangglumpangdua, Bireuen dalam rangka Pelaksanaan dan pembahasan MoU Helsinki bersama Tim yang telah terbentuk sebelumnya.

Kedatangan Wali Nanggro diterima Rektor Universitas Almuslim Dr Marwan M.Pd bersama para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Pembina Yayasan Almuslim Rusydi Mukhtar S.Sos, Ketua Yayasan Tgk Munawar Yusuf, Sekda Bireuen Ir Ibrahim M.Si yang mewali Bupati Bireuen. Dan hadir juga Rektor IAI Almuslim Dr Nazarruddin Abdullah MA.

Pada pertemuan tersebut dibahas tentang perjanjian MoU Helsinki antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) tanggal 15 Agustus 2005 yang ditandatangani di Helsinki, Firlandia.

Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haythar ketika perjanjian tersebut sebagai yang mewakili GAM dan jabatannya Perdana Menteri menyampaikan bahwa perjalan waktu sudah 17 tahun lebih perjanjian damai MoU Helsinki ditandatangani belum jelas arah kebijakan dari butir butir MoU.

Maka Lembaga Wali Nanggroe sekarang bersama Tim Pelaksanaan MoU tahun 2022 berkunjung ke sejumlah Lembaga Pendidikan di Aceh, Unsur masyarakat, Pimpinan Dayah untuk memperoleh imformasi dan menyampaikan beberapa poin penting tentang perjanjian MoU Helsinki.

Setiap pertemuan dengan lembaga akan disampaikan kemaslahatan dari pelaksanaan MoU Helsinki yang merupakan perjanjian damai yang harus dijaga, dipahami, dirawat dan dijalankan.

Rektor Universitas Almuslim Dr Marwan M.Pd sebelumnya mengucapkan ribuan terima kasih atas kedatangan Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al-Haythar ke Universitas Almuslim Matangglumpangdua, Bireuen.

Dan menjelaskan tentang keberadaan Yayasan Almuslim sudah berdiri masa Pemerintahan Kolonial Belanda Tahu 1929. Selanjutnya berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 02/D/O/ 2003 berdiri Universitas Almuslim yang sebelumnya Perguruan Tinggi Almuslim sejah tahun 1986.

Marwan menyebut bahwa Universitas Almuslim bersinergi dengan Lembaga Wali Nanggroe dalam menjalankan amanah Perjanjian butir butir MoU Helsinki. Dan sebelumnya dari Fisipol Umuslim, Prodi Hubungan Internasional telah melaksanakan magang di Lembaga Wali Nanggroe.

Semoga pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh dapat mempererat hubungan kerjasama sehingga semua elemen Universitas memahami tentang pentingnya MoU Helsinki. (Suherman Amin )

Kasih Komentar Dong!!

%d blogger menyukai ini: