BAI Minta Kapolri Segera Usut Dugaan Penyimpangan Rumah Fakir Miskin di Aceh Timur

Aceh Timur,  indometro aceh –Aktivis Badan Advokasi Indonesia (BAI) Razali atau akrap di sapa Nyak Li Maop, meminta Kapolri segera usut dugaan penyimpangan rumah rehap Fakir Miskin dalam wilayah Aceh Timur, pasal, dana yang di salurkan senilai Rp 20 Juta, Namun yang di terima berupa material tidak cukup dari jumlah bantuan. Rabu (17/11) indometro.club

Razali alias Nyali Maop Aktivis Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dan juga salah satu anggota investigasi Badan Advokasi Indonesia Aceh Timur (BAI), mengecam keras, dugaan adanya mafia rumah bantuan rehab untuk Fakir miskin di beberapa desa dalam wilayah kabupaten Aceh timur yang baru-baru ini viral di sosial media.

Nyakli menghimbau kepada kepala desa dan jajarannya untuk mengecek ke rumah-rumah yang mendapat bantuan untuk mendata berapa material yang di berikan oleh tim pelaksana rumah rehap tersebut, dan juga di himbau kepada masyarakat di desa masing-masing juga meminta pihak terkait untuk menjelaskan berapa jumlah bantuan yang mestinya di peroleh dan bagaimana mekanismenya penyaluran bantuan tersebut, agar masyarakat tidak kebingungan dalam menyikapi setiap isu yang beredar.

Sebagai mana dilansir dari ACEHSTANDAR.COM — Kali ini Bank Aceh mendapat kepercayaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI melalui Satuan Kerja Penyedaiaan Perumahan Provinsi Aceh Balai Pelaksana Penyedaiaan Perumahan Sumatera I Direktorat Jenderal Perumahan.

Kementerian PUPR ini menunjuk Bank Aceh sebagai bank penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh tahun 2022.

Penandatanganan terhadap kerjasama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman dan Pejabat Pembuat Komitmen Rumah Swadaya dan RUK, Muhammad Anggit Kadri ST MMSI, pada Selasa (5/4/2022), di Banda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera I, Teuku Faisal Riza ST MT mengatakan BSPS adalah bantuan Pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan.

“Menegaskan agar aparatur desa bekerja sama dengan pihak pengelola rumah rehab agar bantuan yang di berikan oleh pemerintah Ter- arah dan tepat sasaran

Nyak Li menyebutkan, berdasarkan pemberitaan dari media tersebut sebenarnya pihak kades dan perangkat desa beserta aktivitas dan lain sebagainya agar memberi pemahaman dan mencerdaskan masyarakat supaya terarah dan terhindar dari drakula alias calo.

Dia juga mendesak pihak penegak hukum dan dinas terkait agar segera menyikapi hal yang menurutnya, merupakan pelanggaran, dengan alasan penerimaan bantuan tidak tau pasti dari mana bantuan tersebut dan bagaimana mekanisme bantuan yang bersumber dari APBN. Ungkap Nyali Maop.(Zulfakri)

Kasih Komentar Dong!!

%d blogger menyukai ini: