Canda Gubsu soal Perubahan 12 Ruas Jalan di Medan: Istri Baru Juga Menyesuaikan, Susah Itu!

Teks foto: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, bersama istri.

 

Medan, indometro aceh — Perubahan arah 12 ruas jalan lalu lintas di Kota Medan, Sumatra Utara, yang telah berlaku sejak Sabtu (19/11/2022), mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat pengguna jalan.

Sebagian pengguna jalan mendukung perubahan ruas jalan itu, seperti Abdul Hamid, warga Medan Polonia, yang dimudahkan dengan adanya perubahan tersebut. “Memang hari-hari kerja, aku lewat sini (Jalan Mongonsidi). Tapi karena sekarang menjadi dua jalur satu arah, ya lebih longgar, nggak macat lagilah kalau pagi,” kata Abdul kepada pers, Rabu (23/11/2022).

Namun beda dengan Sumitro Nasution, warga Pulo Brayan Medan yang mengaku bingung dan tersulitkan dengan perubahan arah ruas jalan di Medan. “Ah, makin macat pun, Bang! Kalau ke Palang Merah, kalau kita datang dari arah Jalan Diponegoro, waduh musingnya jauh. Biasanya dekat, tinggal belok kanan,” katanya.

Pengguna jalan lainnya, Amrul Sulaiman, menilai kebanyakan dari 12 arah ruas jalan yang diubah, kurang tepat. “Kalau aku, Bang, bagusan Jalan Sei Batanghari depan RS Bunda Thamrin yang diubah jadi satu arah. Di situ macat terus, kiri kanan parkir nggak jelas,” ujarnya.

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi juga angkat bicara merespons perubahan 12 arah ruas jalan yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan itu.

Orang nomor satu di Sumut itu juga merasakan dampak perubahan arus jalan. Sebab depan rumah dinasnya, yakni Jalan Jenderal Sudirman, kini menjadi dua jalur satu arah dari sebelumnya dua jalur dua arah.

Mantan Pangkostrad itu menilai perubahan ruas jalan itu akan memberikan efisensi waktu kepada masyarakat saat mengendarai kendaraan bermotor sehingga kemacetan akan terurai di ruas jalan tersebut.

Untuk itu, Gubsu meminta masyarakat Kota Medan beberapa hari ini harus bisa beradaptasi atas perubahan arah 12 ruas jalan itu.

“Namanya (ruas jalan) baru, istri baru itu juga menyesuaikan susah itu,” ujarnya kepada pers di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (23/11/2022) siang.

Gubsu menilai, saat ini masyarakat masih belum terbiasa atau beradaptasi dengan perubahan ruas jalan tersebut. Kalau sudah terbiasa akan memberikan dampak efisensi waktu juga bagi masyarakat saat mengendarai kendaraan bermotornya.

“Nah, kalau sudah sesuai orang tahu pasti mudah. Kan ini, masih mikir yang lama. Tahu-tahu tidak boleh,” tutur mantan Pangkostrad itu.

Gubsu menjelaskan, sebelum diterapkan perubahan 12 ruas jalan itu, pasti Pemko Medan dan Dishub Medan terlebih dahulu melakukan kajian dan analisis sehingga perubahan itu akan berdampak dengan menekan kemacetan hingga efesiensi waktu. “Nanti akan efesiensi, kalau kita sudah terbiasa,” ungkap mantan ketua umum PSSI itu.

Perubahan 12 ruas jalan itu diberlakukan sejak Sabtu, 19 November 2022, yakni:

  1. Jalan Bambu II
    Mulai dari simpang Glugur sampai dengan simpang Gaharu satu arah dari Barat ke Timur.
  2. Jalan Karantina Mulai dari simpang Jalan Gaharu sampai dengan Jalan Komodor Laut Yos Sudarso satu arah dari Timur ke Barat.
  3. Jalan Muchtar Basri (Satu arah dari Selatan ke Utara).
  4. Jalan Irian Barat dan Jalan Jawa (Satu arah dari Selatan ke Utara).
  5. Jalan Zainul Arifin dan Jalan Palang Merah. Mulai dari simpang Jalan Pemuda sampai dengan simpang Jalan Imam Bonjol satu arah dari Timur ke Barat.
  6. Jalan Gaharu. Mulai dari simpang Jalan Prof HM Yamin SH sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan satu arah dari Selatan ke Utara.
  7. Jalan Gudang (Satu arah dari Utara ke Selatan).
  8. Jalan Zainul Arifin. Mulai simpang Jalan Diponegoro sampai dengan Jalan Imam Bonjol satu arah dari Timur ke Barat.
  9. Jalan Perintis Kemerdekaan. Mulai dari simpang JW Marriott sampai dengan simpang Jalan Merak Jingga satu arah dari Barat ke Timur
  10. Jalan Prof HM Yamin SH. Mulai dari simpang Balaikota sampai dengan simpang Jalan Gudang satu arah dari Timur ke Barat.
  11. Jalan Mongonsidi. Mulai dari Bundaran Juanda sampai dengan Jalan Pattimura satu arah dari Barat ke Timur.
  12. Jalan Pattimura. Mulai dari simpang Jalan Mongonsidi sampai dengan simpang Jalan Sudirman satu arah dari Selatan ke Utara. (ANG/rel)

Kasih Komentar Dong!!

%d blogger menyukai ini: